Jago Bloging 24 Jam

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Apa itu Beton Pracetak (Precast)

Beton Pracetak/ Precast Beton adalah Beton Pra-Cetak yang dibuat dengan cara dicetak terlebih dahulu dengan menggunakan ukuran yang sudah ditentukan atau disesuaikan dengan aplikasi kerja. Adanya beton Pra- Cetak ini memungkin para  Engineer  untuk melakukan efisiensi dari segi biaya dan waktu.
Proses Pembuatan Precast Beton
Beton Pra-Cetak /Precast Beton dibuat dengan menggunakan cetakan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan di lapangan. Pertama yang disiapkan adalah cetakan yang disesuaikan dengan bentuk keinginan atau kebutuhan.Untuk mencetak Precast Beton menggunakan pasir pilihan kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan endapan lumpur. Pasir yang telah dicuci dicampur dengan semen sesuai takaran yang ditentukan kemudian diaduk rata. Setelah itu tambahkan air secukupnya. Adukan beton yang sudah jadi tersebut dituangkan kedalam cetakan dan di tengah cetakan diberi besi tulangan. Posisi besi tulangan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan atau menurut hasil perhitungan. Setelah itu tutup kembali dengan adukan beton sesuai ukuran. Untuk menghasilkan beton yang cepat kering maka diberi bahan pengering. Setelah kering  maka akan menghasilkan beton yang disebut precast beton atau beton pracetak. 
 
 
Keunggulan menggunakan Precast Beton adalah :
-Memudahkan pekerjaan struktur maupun finishing
- Menghemat biaya pekerjaan bangunan sampai dengan 30 % di banding dengan cara konvensional /  
   manualĂ‚  karena tidak ada pekerjaan ulang
- Beton precast sebelum bangunan didirikan sudah bisa dilihat bentuk atau designnya.
- Bentuk dan ukuran sudah pasti, lebih ringan dan rapi
- Dengan Precast beton tidak perlu memakai begisting lagi
- Bisa di bentuk sesuai design yang kita inginkan
 
Share:

Mentri Basuki Dukung Pengembangan Industri Precast Nasional

Untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi kompetisi global, saat ini pemerintah tengah berupaya terus untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur  yang salah satunya bergantung pada dukungan ketersediaan material dan peralatan konstruksi (MPK) yang juga harus semakin berkualitas, efektif, efisien, dan tepat waktu.Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penggunaan teknologi beton pra cetak (precast) yang memiliki keunggulan lebih terstandarisasi kualitasnya dan aman untuk digunakan.  Disamping itu, teknologi precast juga memiliki beberapa keunggulan utama yaitu lebih terjamin kecepatan dan kontinuitas proses produksi beton. Sebagian besar bahan baku produk telah banyak tersedia di dalam negeri sehingga harga produk semakin kompetitif.Dalam penerapannya, Kementerian PUPR telah menggunakan teknologi precast di berbagai infrastruktur yang dibangun, diantaranya dalam membangun jaringan irigasi primer dan sekunder, RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), rumah susun, rekonstruksi sekolah sementara pasca bencana, serta  pembangunan jalandan jembatan.Dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Sumatera Barat, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyempatkan diri berkunjung ke PT. Kunango Jantan (PT. KJ) selaku perusahaan lokal asal Sumatera Barat (Sumbar) yang membuat komponen bangunan seperti beton pra cetak, struktur baja, tiang besi, cinder block dan blok beton serta pipa galvanis. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basukididampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno disambut oleh Direktur Utama PT. KJ Asril, diajak berkeliling melihat aktivitas produksi.Menteri Basuki menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan putra daerah Sumatera Barat memasok material konstruksi bermutu dan bisa memperkerjakan hingga 1.000 karyawan lebih. "Saya kira ini merupakan usaha padat karya dan padat modal yang sangat baik, dimana momentumnya tepat dan sejalan dengan langkah pemerintah yang sedang giat fokus membangun infrastruktur, sehingga produk yang dihasilkan disambut baik oleh pasar konstruksi. Tentunya sangat menggerakkan ekonomi, khususnya di Sumbar," kata Menteri Basuki.Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso,  Sekretaris Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Lollly Martina, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Syaiful Anwar, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Maryadi Utama, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, serta Direktur Utama PT. Adhi Karya Budi Harto dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani.Ditambahkan Menteri Basuki, usaha seperti ini termasuk sedikit di Sumbar, jumlahnya tidak lebih dari lima perusahaan. Perusahaan ini juga masuk dalam lima pembayar pajak terbesar di Sumbar.Sementara Kepala BPJN Wilayah III Syaiful Anwar mengungkapkan Kementerian PUPR dalam pembangunan Jalan Padang by pass juga telah menggunakan produk PT. KJ antara lain lampu jalan, semua beton precast  termasuk untuk U-Ditch yaitu saluran daribeton bertulang dengan bentuk penampang huruf U dan bisa diberi tutup.Menurutnya perkembangan industri pra cetak banyak dipengaruhi oleh biaya angkutan. "Dengan produk lokal, kita bisa menekan biaya untuk beton precast, dengan kualitas yang bagus dan sesuai spesifikasi. Dalam hal ini PT. KJ selaku industri lokal bisa memenuhi kebutuhan kami," tutur Syaiful.Untuk diketahui PT KJ Group berdiri sejak 1993 bergerak dibidang manufacture dan trading. Saat ini memiliki lima divisi, yakniPT Kunango Jantan Beton, PT Kunango Jantan Steel, PT Tiga Pilar Sakato, PT Kunango jantan Concrete dan Workshop PT Kunango Jantan. Perusahaan yang berlokasi di Jl. By-Pass Km.25, Kanagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman itu memiliki luas 19 ha dengan omset mencapai miliaran rupiah. Menurut Dirut Asril, saat ini PT KJ sudah melakukan kerjasama dengan beberapa BUMN seperti PT. Semen Padang, PT. PLN, PT Telkom, PT Waskita Karya dan PT. Adhi Karya.Perkembangan Industri Pra CetakPermintaan (demand) beton pra cetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industri beton pra cetak ditingkatkan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, kapitalisasi Industri beton pra cetak tahun2014 sekitar 16,61 persen dari total pekerjaan beton nasional. Porsi ini akan terus didorong hingga mencapai 30 persen pada tahun 2019.Namun di tengah meningkatnya permintaan pasar, geliat industri beton pra cetak masih terkendala sejumlah masalah diantaranya, sedikitnya produksi semen tipe-1 (ordinary cement) dan belum banyak produsen baja strand (post tension) dalam negeri sebagai bahan baku untuk mendukung instalasi beton pra cetak.Dari sisi produksi, kapasitas produksi beton pra cetak saat ini masih sangat terbatas, ditambah dengan faktor biaya logistik transportasi yang menjadikan biaya mahal. Berdasarkan data Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) tahun 2016, total kapasitas produksi dari 56 pabrik beton pra cetak di seluruh Indonesia adalah 25,4 juta ton pertahun atau rata-rata produksi satu pabrik 454.499 ton per tahun. Sementara kebutuhan terus meningkat lima kali lipat di atas kemampuan produksi industri beton pra cetak. (Ind/Jay)

Share:

Apa Sih EPC Itu??

Kita awali dulu dengan kepanjangannya, EPC adalah singkatan dari istilah Engineering-Procurement-Construction.
Kalo dilihat dari istilah, EPC itu tidak lain adalah tahapan dalam suatu proyek konstruksi. Engineering adalah tahap desain perencanaan, Procurement adalah tahap pengadaan barang dan jasa, dan Construction adalah tahap pelaksanaan konstruksi.


Ada yang menarik di sini, yaitu tahap Procurement jarang ditemukan di dalam proyek biasa. Kalo proyek biasa, kita hanya mengenal tahap Perencanaan (Desain) dan tahap Pelaksanaan (Konstruksi). Lalu? Kenapa harus ada tahap Procurement? Jawabannya sederhana, karena proyeknya bukan proyek biasa.
Yup. Sistem EPC memang dipake di hampir sebagian besar proyek konstruksi yang “tidak biasa”, misalnya pada Industri Migas, Pembangkit Tenaga Listrik & Energi, Pertambangan, dan jenis industri berat lainnya. Sementara proyek yang kita anggap sebagai proyek biasa yaitu berbagai jenis bangunan gedung dan industri skala kecil ngga perlu menggunakan sistem EPC, malah bisa bikin susah.


Tahapan Proyek Biasa

 

 

 

 

 

 

Pada umumnya, proyek konstruksi gedung mempunyai 2 tahapan: Perencanaan dan Pelaksanaan. Perencanaan biasanya dilakukan oleh Konsultan Perencana, dan Pelaksanan dilakukan oleh Kontraktor. Karena pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor, maka pengadaan barangnya (Procurement) juga dilakukan oleh Kontraktor. Kalo diperlukan, Kontraktor kadang menyerahkan beberapa sub pekerjaan kepada Sub-Contractor (biasanya kita istilahkan SubCon). Makanya hampir semua perusahaan Kontraktor ada bagian Procurementnya.
Tapi, ada juga pada skala proyek tertentu (biasanya skala menengah ke bawah), Perencanaan dan Pelaksanaan dilakukan oleh satu pihak (biasanya Kontraktor). Sistem ini biasanya disebut dengan Design and Build. Jadi desain, pengadaan barang/jasa, dan konstruksi dilakukan oleh satu Kontraktor.  Secara ngga langsung konsep ini kan sama saja dengan sistem EPC

Tahapan Proyek EPC

Nah… kita udah kalo sebenarnya EPC itu pada prinsipnya sama dengan Design & Build. Tapi karena skala proyek EPC itu suaangat besar, jadi perusahaan yang mengerjakannya juga bukan perusahaan kontraktor biasa. Mereka biasanya disebut dengan Kontraktor EPC atau Perusahaan EPC.  Satu lagi ciri khusus Proyek EPC adalah, proyek ini melibatkan lebih banyak disiplin Engineering, mulai dari Process Engineering, Mechanical Engineering, Piping Engineering, Electrical & Instrumentation Engineering, Civil Engineering, dll. Kadang di tiap disiplin dipecah lagi, misalnya di bagian Civil Engineering dibagi menjadi Architecture, Civil, Structure, Underground, HVAC, dll.
Ada yang aneh? Arsitektur masuk ke Civil? Iya… karena di Proyek EPC, yang termasuk kategori “bangunan gedung” itu prosinya sangat sedikit. Kalaupun ada, porsi arsitekturalnya juga kecil. Trus, ada istilah Civil ada juga istilah Structure? Istilah Structure itu untuk semua struktur atas, termasuk jembatan, dan Civil adalah istilah untuk struktur bahwa, pondasi, retaining wall, dan pekerjaan tanah. Sementara Underground biasanya lebih ke fasilitas drainase. HVAC (Heating Ventilation Air Conditioning) sebenarnya area abu-abu antara Civil, Process, dan Mechanical.

Trus, tahapan proyek secara keseluruhan adalah sbb:



 

Untuk proyek tertentu misalnya offshore, ada tahapan lain yaitu Installation yang berada di antara Construction dan Commissioning.
Nah, tahap pertama itu dilakukan oleh Owner. Tahap ini bisa disebut sebagai Master Plan.

FEED

Tahap kedua ada yang disebut dengan FEED, atau Basic Engineering Design. Nah, ini termasuk tahap penting sebelum masuk ke EPC. Yang mengerjakan FEED boleh Kontraktor EPC, boleh juga Konsultan atau Engineering Company (spesialis Engineering/Design/Consulting). Tapi, kalo yang mengerjakan FEED adalah Kontraktor EPC, maka dia ngga boleh ngambil Proyek EPC itu.

Apa saja yang dihasilkan di FEED? Macam-macam. Mulai dari denah rencana (Layout Plan/Plot Plan), diagram alur proses, sampai ke spesifikasi materialnya. Dokumen FEED inilah yang dijadikan bahan untuk mengajukan penawaran tender/bidding.

Tender atau Bidding

Setelah FEED, Owner akan mengundang dan menawari beberapa Kontraktor EPC untuk mengikuti tender proyek tersebut. Kontraktor akan mempelajari dokumen tender, mengajukan harga, dan akhirnya Owner menunjuk pemenang.

Engineering

Kontraktor EPC akan memulai dari tahap Engineering, biasanya disebut DED (Detail Engineering Design). Sebenarnya tahap ini adalah kelanjutan dari FEED. Dari namanya saja ketahuan kalo DED ini adalah membuat desain yang lebih detail dan final. Tidak banyak boleh banyak perubahan yang dilakukan, kecuali dengan persetujuan Owner. Dan untuk mengubah suatu desain juga susahnya minta ampun, mulai dari koordinasi antar disiplin, trus diajukan ke Owner. Syukur-syukur kalo Owner langsung setuju, kadang disuruh coba opsi lain, koordinasi lagi, begitu seterusnya. Produk dari tahap ini adalah: Engineering Drawing, Volume Pekerjaan (BOQ atau MTO), dan dokumen pendukung seperti Laporan Kalkulasi, Spesifikasi, dll.

Procurement

Pada tahap ini, dengan modal dokumen-dokumen Engineering (Gambar, MTO, & Spesifikasi) bagian Procurement akan mencari beberapa Vendor atau Supplier yang sesuai. Begitu juga dengan pekerjaan jasa, akan dicari beberapa Sub-Kontraktor yang bisa mengerjakan.
Contoh, pekerjaan Pondasi Tiang Pancang. Procurement akan mencari Suplier/Vendor yang bisa menyediakan tiang pancang sesuai dengan yang dibutuhkan. Sementara itu, Procurement juga akan mencari Sub-Contractor yang akan memancang tiang tersebut. Jadi, bukan SubCon yang membeli tiang pancangnya, SubCon hanya mengerjakan. Kalo kita ibaratkan dalam proyek rumah sederhana, mereka hanya borongan jasa aja, material kita yang sediakan. Open-mouthed smile

Construction

Tahap ini adalah tahap pelaksanaan di lapangan. Satu catatan penting, Kontraktor EPC – walaupun namanya Kontraktor – tapi mereka ngga akan punya tenaga kerja sampai level tukang . Mereka akan selalu memberi pekerjaan kepada SubCon. SubCon inilah yang mempekerjakan tenaga tukang.



 

Kontraktor Utama (Main Kon) biasanya hanya menyediakan tenaga sampai level Supervisor saja. Satu Supervisor bisa menangani lebih dari satu Pekerjaan SubCon.
Misalnya pada contoh pekerjaan Tiang Pancang di atas. Sebelum pemacangan tentu ada pekerjaan tanah dulu (galian, urugan, pemadatan) yang dilakukan oleh satu SubCon tertentu. Kemudian pekerjaan pemancangan oleh SubCon lain, dan seterusnya. Semua pekerjaan itu dibawah pengawasan 1 Supervisor.

Installation

Pekerjaan ini hanya dikenal pada proyek lepas pantai (offshore). Tahap Construction adalah tahap fabrikasi di darat, dan tahap Installation-nya adalah tahap pengangkutan dan pemasangan di laut. Ngga semua kontraktor EPC bisa melakukan ini. Makanya kadang ada Proyek Offshore yang memberikan tahap Installation ini kepada Kontraktor lain yang lebih pengalaman.







Commissioning

Commissioning itu sederhananya adalah proyek yang sudah jadi di test dulu sebelum diserahkan ke Owner. Jangan dibayangkan testnya berlangsung sehari daua hari ya. Bisa berbulan-bulan. Namanya juga industri skala gede banget, jadi setiap aspek harus diamati. Contoh, Proyek Pembangkit Listrik. Sebelum diserahkan ke Owner (yaitu PLN), Pembangkit Listriknya diuji dulu semua sistemnya, baik itu sistem utama maupun penunjang. Sistem utama misalnya mulai dari sumber energinya (misalnya air untuk PLTA), trus turbin-generatornya, trafonya, outputnya sesuai atau ngga, stabil atau nggak. Kalo sistem pendukung misalnya, sistem pemipaannya, pipa bahan bakar, pipa air pendingin, instrumentasi, dll.



Operation

Kalo udah oke, baru deh diserahkan ke Owner untuk dioperasikan. Nah, pengoperasiannya ini boleh sama Owner sendiri, kadang juga Owner nyari perusahaan lain yang punya spesialisasi di bidang itu.

EPC, EPCI, EPCC

Dari uraian tahapan di atas, akhirnya muncul istilah lain selain EPC, yaitu EPCI (Engineering-Procurement-Construction-Installation) dan EPCC (Engineering-Procurement-Construction-Commissioning).
Itu istilah kontrak aja, dan yang menentukan adalah si Owner, pengennya seperti apa.
Di Indonesia, ada banyak perusahaan Kontraktor EPC, mulai dari yang asing sampai lokal, mulai dari swasta abis sampai BUMN abis. Silahkan dicari aja ya? Kalo admin sebutin di sini takutnya ngga obyektif

Haruskah EPC Semua?

Pada kenyataannya di lapangan, ada beberapa proyek karena pertimbangan tertentu, tahap E, P, dan C-nya dipisah ke beberapa perusahaan yang berbeda. Ada yang khusus mengerjakan Engineering Design saja, ada yang Procurement saja, dan ada yang hanya Construction. Itu semua tergantung dari kemauan Owner  Yang jelas tiap proyek punya karakteristik yang beda, sehingga masing-masing sistem juga efeknya akan beda.

SubCon Engineering

Satu hal terakhir tentang pekerjaan Engineering Design. Kalo hampir semua pekerjaan Construction diserahkan ke SubCon, maka pekerjaan Engineering biasanya dikerjakan sendiri oleh Main Kontraktor. Tapi ngga jarang juga ditemui kasus di mana pekerjaan Engineering Design dipecah lagi menjadi beberapa sub/paket pekerjaan, dan ditawarkan kepada SubCon atau Konsultan lain untuk dikerjakan.  Alasannya macam-macam, salah satunya adalah karena keterbatasan resources dari Kontraktor Utamanya (MainCon), entah itu terbatas oleh waktu maupun tenaga (manhour).
Nah, sebagai penutup, admin juga ngasih tau kalo website ini sejak akhir 2014 lalu sudah membuat wujud lain sebagai badan usaha yang bergerak di bidang Konsultan Perencana & Engineering Design. Salah satu pekerjaannya ya seperti yang disebutkan di bagian akhir tadi, menjadi SubCon Engineering untuk beberapa Proyek EPC.

 

Share:

Siklus Pekerjaan Struktur Gedung Per Hari 5 Lantai


Share:

Ada Aplikasi SIKaP, Penyedia Tidak Ribet Garap Proyek Pemerintah



Bekerja atau berurusan dengan pemerintah = ribet. Itulah paradigma yang diyakini badan usaha, termasuk penyedia barang dan jasa untuk pembangunan.
Hal ini membuat banyak penyedia enggan bekerja sama dengan pemerintah. Pada proses lelang untuk proyek pengerjaan infrastruktur misalnya. Proses lelang biasanya bisa memakan waktu sampai 21 hari.
“Mulai dari penyiapan dokumen, pengumuman, menunggu, lalu  ada evaluasi. Itu waktu yang dibutuhkan paling cepat 18 hari. Belum lagi kalau ada sanggah banding, pengumuman pendaftaran, dan sebagainya. Praktiknya bisa lebih dari itu,” tutur Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo di kantor LKPP, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Presiden Joko Widodo sendiri bercita-cita melakukan reformasi dalam pengadaan barang dan jasa. Mandat tersebut kemudian dilaksanakan LKPP.
Pada dasarnya lelang merupakan pekerjaan yang tak kompleks. Namun seringkali regulasi untuk proses lelang yang dikeluarkan pemerintah rumit.
Padahal dengan metode yang cocok, proses lelang dapat berjalan dengan simpel. LKPP mencoba membuat suatu sistem yang mampu mempersingkat prosesnya, yakni dengan metode lelang cepat.
Untuk mendukung program itu, LKPP mengembangkan aplikasi yang mampu mengumpulkan daftar penyedia terkualifikasi. Aplikasi itu disebut Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). Dengan SIKaP proses lelang dapat dilaksanakan dalam waktu tiga hari saja.
SIKaP merupakan Vendor Management System (VMS) yang menjadi tempat para penyedia yang terkualifikasi memasukkan data-data perusahaan.
Saat daftar nama penyedia terkualifikasi terpampang di SIKaP, pemenang lelang akan ditemukan dengan cepat, pengerjaan proyek pun dapat berjalan dengan segera. 
“Ide dasarnya itu ada satu mesin, diisi data penyedia yang dianggap qualified, sudah terjamin legalitasnya. Jadi terkumpul penyedia-penyedia yang ready setiap saat untuk lelang,” ujar Agus.
Dengan demikian, SIKaP menjadi sumber daftar penyedia yang tepat untuk mengerjakan proyek pekerjaan dari lembaga pemerintahan atau institusi negara.
Mengapa lewat SIKaP jadi cepat?
Penyedia barang atau jasa dapat mengisi data perusahaannya masing-masing di laman sikap.lkpp.go.id. Di sana penyedia diminta memasukkan data identitas, pajak, pengalaman, keahlian, pegawai, akte pendiriannya, surat izin usaha, inventaris yang dimiliki atau dapat disewakan, serta preferensi perusahaan terhadap lokasi atau proyek yang mampu dikerjakan sesuai kapasitasnya.
Saat data sudah lengkap, sistem ini memverifikasi data penyedia. Pada SIKaP ada tiga tahap pada metode lelang biasa yang dipangkas. Inilah yang membuat proses lelang jadi lebih cepat.
Pada lelang biasa ada tahap evaluasi administrasi, evaluasi kualifikasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga. Dari empat tahap ini, yang dijalankan oleh SIKaP hanya satu saja. Tahap administrasi, kualifikasi, dan teknis sudah dikerjakan oleh sistem.
Selanjutnya, Pokja mengundang penyedia yang sesuai kualifikasi melalui SIKaP. Langkah berikut yang perlu dilakukan penyedia ialah mengunggah dokumen penawaran yang berisi harga. Penyedia yang menawarkan harga paling rendah dan kualifikasinya cocok akan memenangkan lelang tersebut.
Sebaliknya, penyedia dengan penawaran harga lebih mahal atau tidak menawar sama sekali, namanya berada di urutan berikutnya atau paling bawah.
Untuk menentukan bahwa penyedia itu pemenangnya, maka data-datanya diverifikasi dalam SIKaP. Kalau data-datanya benar, maka penyedia tersebut mendapat kontrak. Jika datanya ternyata salah, penyedia tersebut gagal, lalu status pemenang turun ke penyedia di urutan kedua, sampai seterusnya.
Penyedia tinggal duduk, pekerjaan datang sendiri
Bekerja sama dengan pemerintah bukanlah jatah untuk penyedia yang itu-itu saja. Penyedia mana pun –yang terkualifikasi—punya kesempatan yang sama untuk mengerjakan proyek-proyek lembaga negara.
Mungkin masih banyak penyedia yang enggan bekerja sama dengan pemerintah, sehingga enggan pula mengisi data perusahaannya di SIKaP. Tetapi, silakan berpikir lagi. Pasalnya, melalui SIKaP, penyedia bisa mendapat penilaian dari sistem atas pengalaman-pengalaman bekerjanya.
Setelah mendapat penilaian yang baik, penyedia pun bisa banjir job, karena permintaan kerja dari berbagai lembaga datang sendiri.
Dengan ikut lelang cepat SIKaP, penyedia bisa hanya duduk-duduk di rumah, tiba-tiba dipanggil dan mendapat kontrak kerja. Jadi penyedia cukup log in, memantau inboxatau dashboard, tiba-tiba undangan dari Pokja datang. Bahkan bisa jadi penyedia kelimpungan sendiri karena banyak undangan datang dari Pokja.
Agus menyatakan, dengan adanya SIKaP yang simpel dan cepat ini diharapkan semua penyedia dalam skala nasional tergerak untuk turut berkompetisi mengerjakan proyek-proyek pemerintah.
“Kontraktor banyak yang bagus dan hebat. Tapi mereka biasanya tidak mau kerja sama dengan pemerintah karena dianggap ribet. Jadi harapannya penyedia-penyedia yang selama ini enggan bekerja dengan pemerintah dan rajin bekerja dengan swasta bisa pindah ke sini,” kata Agus.
Sistem ini mengunggulkan kesederhanaan. Itulah yang diinginkan penyedia dari proses kerja sama dengan pemerintah. Namun, Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP Sarah Sadiqa juga berharap kesederhanaan tak hanya diaplikasikan pada sistem lelangnya saja, tetapi juga pada kebijakan atau regulasi dari sisi pemerintah.
“Agenda besarnya Kepala LKPP juga membuat simplicity dalam konteks policy. Bisnis itu sering direpotkan karena aturan yang njelimet. Mungkin juga dalam hal ini pemerintah harus merefleksikan  agar policy bisa dibangun dan berjalan sesuai dengantrack-nya,” tutur Sarah.
Sudah bukan masanya lagi bekerja sama dengan pemerintah dalam metode yang ribet. Keberadaan LPSE dengan metode lelang cepat, sebuah inovasi dari LKPP, akan menyederhanakan pekerjaan penyedia maupun lembaga. Daftarkan perusahaan Anda di SIKaP sekarang juga.

Sumber http://biz.kompas.com/read/2016/03/28/080000828/Ada.Aplikasi.SIKaP.Penyedia.Tak.Ribet.Garap.Proyek.Pemerintah?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Share:

GADGET BARU

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate another link velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.